hki.unugiri.ac.id, Bojonegoro – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syari’ah dan Adab (FSA), Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro turut berperan aktif dalam penyelenggaraan Sharabic National Championship (SNC) 2026, kompetisi akademik berskala nasional yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syari’ah dan Adab. Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Selasa [ 05/05/2025], dan menandai dimulainya rangkaian perlombaan yang melibatkan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
SNC 2026 diselenggarakan dengan mengusung tema “Merajut Intelektualitas, Mengokohkan Integritas”, sebuah tema yang mencerminkan komitmen sivitas akademika FSA Unugiri dalam mendorong lahirnya generasi Muslim yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh dalam integritas keilmuan.
SNC 2026 menghadirkan tiga cabang perlombaan utama yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta secara komprehensif, yaitu:
1. Debat, yang menitikberatkan untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta dalam menganalisis permasalahan, menyusun argumen secara runtut dan logis, serta mengasah keterampilan komunikasi yang efektif dan persuasif dalam menyampaikan pendapat di hadapan publik.
2. Khitobah (Pidato Bahasa Arab), yang bertujuan melatih kefasihan berbahasa Arab, kemampuan retorika, serta penyampaian gagasan secara terstruktur dan meyakinkan.
3. Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), yang diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK/sederajat se-karesidenan Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan sekitarnya. Cabang ini berfokus pada kemampuan membaca, memahami, serta mengkaji kitab kuning sebagai bagian integral dari tradisi keilmuan Islam klasik.
Penyelenggaraan SNC 2026 merupakan hasil kolaborasi seluruh program studi di bawah naungan OJK Unugiri, yakni Hukum Ekonomi Syariah (HES), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Keterlibatan Prodi HKI dalam kegiatan ini bukan sekedar seremonial partisipasi, melainkan bentuk nyata kontribusi akademik prodi dalam mendukung ekosistem keilmuan Islam yang produktif dan berdaya saing di tingkat nasional.
Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas serta pengurus BEM FSA. Wakil Rektor Unugiri, Dr. Nurul Huda, M.H.I dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah positif mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik.”Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik bagi pelajar untuk mengasah kemampuan intelektual, khususnya dalam bidang Bahasa Arab dan keilmuan Islam. Kami berharap SNC dapat melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berdaya saing di tingkat nasional.”
Ketua BEM FSA, Fitria Ika Yuliana, menegaskan bahwa SNC 2026 dirancang sebagai ruang pengembangan diri yang kompetitif sekaligus mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah. Ketua Pelaksana, Dinda Oktavia Bulan Fitriani, turut menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi setiap peserta.
Bagi Program Studi Hukum Keluarga Islam, kegiatan SNC 2026 memiliki relevansi yang signifikan terhadap pengembangan keilmuan mahasiswa, setidaknya dalam tiga aspek berikut:
cabang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) memiliki keterkaitan langsung dengan kompetensi inti mahasiswa HKI. Kemampuan membaca dan memahami kitab kuning merupakan fondasi utama dalam pengkajian hukum Islam, termasuk hukum keluarga Islam yang banyak bersumber dari literatur fikih klasik seperti Fathul Qarib, Minhajut Thalibin, dan sejenisnya.
cabang Debat sejalan dengan kebutuhan mahasiswa HKI untuk menguasai kemampuan argumentasi hukum legal reasoning yang kuat. Dalam praktik hukum keluarga Islam baik di Pengadilan Agama maupun dalam konteks mediasi keluarga kemampuan menyusun dan menyampaikan argumen secara terstruktur merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan.
kegiatan ini secara keseluruhan mendorong mahasiswa untuk memiliki wawasan keilmuan Islam yang luas dan menyeluruh, tidak hanya terbatas pada aspek normatif hukum, tetapi juga mencakup dimensi bahasa, retorika, dan tradisi keilmuan Islam klasik yang menjadi akar dari sistem hukum keluarga Islam itu sendiri.
SNC 2026 merupakan momentum bersejarah sebagai kompetisi akademik berbasis keislaman perdana di lingkungan Unugiri. Program Studi Hukum Keluarga Islam menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dan berharap agar SNC dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang, sehingga mampu melahirkan generasi sarjana Muslim yang unggul, kritis, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan keilmuan Islam di tingkat nasional.
penulis : Ananda Shelya

