hki.unugiri.ac.id, Bojonegoro — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UNUGIRI. Kali ini, dua mahasiswa berhasil menorehkan capaian luar biasa dalam dua ajang kompetisi berbeda, yakni di bidang seni islami dan olimpiade akademik tingkat nasional. Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan nama Program Studi Hukum Keluarga Islam sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh, baik dalam ranah akademik maupun non-akademik.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian luar biasa yang telah diraih oleh mahasiswa yang berprestasi, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro memberikan penghargaan resmi kepada Abdulloh Wafi dan M. Fathul Alim, selaku mahasiswa berperestasi, Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah agenda resmi Pekan Prestasi Universitas yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, para dosen, serta rekan-rekan mahasiswa pada Kamis [11/06/2026] bertempat di Auditorium KH. Hasyim Asy’ari Lantai3 Gedung Rektorat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.
Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Burhanatut Dyana, M.H.I, juga turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya. Menurutnya, prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswa ini merupakan buah dari semangat kompetitif yang terus ditanamkan dalam kultur akademik Program Studi Hukum Keluarga Islam.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Abdulloh Wafi dan M. Fathul Alim. Program Studi Hukum Keluarga Islam, terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Semoga prestasi ini menjadi awal dari capaian-capaian yang lebih besar di masa mendatang.” Ujar Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam.
Kedua mahasiswa yang berhasil mengharumkan nama prodi serta kampus tersebut adalah Abdulloh Wafi, mahasiswa semester 4, yang meraih Juara 1 & Medali Emas dalam ajang internal kampus Festival Cover Sholawat yang diselenggarakan oleh UKM Al-Banjari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), serta M. Fathul Alim, mahasiswa semester 8, yang berhasil meraih Juara Emas dalam Olimpiade Fiqih Nasional. Keduanya mendapatkan apresiasi dan penghargaan resmi dari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras mereka.
Ajang Festival Cover Sholawat yang diselenggarakan oleh UKM Al-Banjari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menjadi panggung bagi Abdulloh Wafi untuk membuktikan bakat dan kemampuannya di bidang seni islami. Kompetisi ini merupakan bagian dari kegiatan internal kampus yang mempertemukan para peserta dari berbagai program studi dan unit kegiatan mahasiswa, dengan tujuan melestarikan seni sholawat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya islami di kalangan generasi muda.

Dalam kompetisi tersebut,Abdulloh Wafi tampil dengan penuh penghayatan dan totalitas, membawakan cover sholawat yang memukau para juri dan penonton. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas vokal, penghayatan lirik, kreativitas aransemen, hingga penampilan keseluruhan di atas panggung. Berkat persiapan matang dan latihan intensif yang telah dilakukan jauh-jauh hari, Abdulloh Wafi berhasil unggul di antara seluruh peserta dan merebut posisi teratas, yaitu Juara 1 & Medali Emas.
Pencapaian ini bukan hanya sebuah kebanggaan pribadi, melainkan juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UNUGIRI memiliki kemampuan yang tidak terbatas pada bidang Hukum Keluarga Islam semata. Abdulloh Wafi menunjukkan bahwa seorang mahasiswa dapat berprestasi secara optimal di bidang non-akademik tanpa harus mengabaikan tanggung jawab akademiknya.
Keberhasilan Abdulloh Wafi juga menjadi cermin dari lingkungan kampus UNUGIRI Bojonegoro yang mendukung pengembangan karakter islami mahasiswanya. Seni sholawat merupakan bagian dari tradisi keislaman yang terus dilestarikan, dan ajang seperti Festival Cover Sholawat menjadi salah satu jembatan penting untuk menjaga tradisi tersebut tetap hidup di tengah generasi muda.
Di ranah akademik, nama M. Fathul Alim mencuri perhatian setelah berhasil meraih Juara Emas dalam ajang Olimpiade Fiqih Nasional yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi Islam dari seluruh penjuru Indonesia. Olimpiade ini merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang menguji kemampuan mahasiswa dalam memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan ilmu fiqih secara mendalam dan komprehensif.
Para peserta diuji melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari ujian tertulis, presentasi, hingga debat akademik yang membutuhkan penguasaan ilmu fiqih secara menyeluruh. Kedalaman pemahaman terhadap berbagai mazhab, kemampuan berargumentasi secara ilmiah, serta ketepatan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis menjadi penentu utama kemenangan.

M. Fathul Alim berhasil melewati seluruh tahapan tersebut dengan hasil terbaik dan akhirnya dinobatkan sebagai peraih medali emas dalam ajang bergengsi tersebut. Pencapaian ini tentu bukan hasil yang diperoleh secara instan. Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses belajar yang panjang, dedikasi tinggi, serta bimbingan intensif dari para dosen pembimbing yang tidak pernah lelah memberikan arahan dan dukungan.
Keberhasilan M. Fathul Alim dalam Olimpiade Fiqih Nasional ini semakin memperkuat citra UNUGIRI sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di level nasional. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain, khususnya di lingkungan Program Studi Hukum Keluarga Islam, untuk terus mengasah kemampuan akademik dan berani berkompetisi di berbagai ajang ilmiah.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian luar biasa yang telah diraih oleh kedua mahasiswa tersebut, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro memberikan penghargaan resmi kepada Abdulloh Wafi dan M. Fathul Alim. Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah agenda resmi Pekan Prestasi Universitas yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, para dosen, serta rekan-rekan mahasiswa pada Kamis [11/06/2026] bertempat di Auditorium KH. Hasyim Asy’ari Lantai3 Gedung Rektorat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.
Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Burhanatut Dyana, M.H.I, juga turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya. Menurutnya, prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswa ini merupakan buah dari semangat kompetitif yang terus ditanamkan dalam kultur akademik Program Studi Hukum Keluarga Islam.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Abdulloh Wafi dan M. Fathul Alim. Program Studi Hukum Keluarga Islam, terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Semoga prestasi ini menjadi awal dari capaian-capaian yang lebih besar di masa mendatang.” Ujar Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam.
Abdulloh Wafi juga mengungkapkan bahwa perjalanan menuju prestasi ini tidaklah mudah. Ia harus membagi waktu antara kuliah, latihan, dan persiapan kompetisi. Namun, dengan manajemen waktu yang baik dan tekad yang kuat, semua rintangan tersebut dapat ia lalui, karena Ia menekankan bahwa konsisten adalah kunci untuk berprestasi
Sebagai pesan kepada seluruh rekan mahasiswa, Abdulloh Wafi berharap agar setiap mahasiswa berani mengeksplorasi potensi dirinya dan tidak ragu untuk mengikuti berbagai kompetisi yang ada.
“pesan saya sederhana, tetaplah semangat, jangan biarkan faktor usia menjadi alasan untuk berhenti berkembang”
Rasa syukur dirasakan oleh M. Fathul Alim, mahasiswa semester 8, saat namanya diumumkan sebagai peraih medali emas dalam Olimpiade Fiqih Nasional. Bagi M. Fathul Alim, kemenangan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang penuh perjuangan, do’a, dan kerja keras yang tidak pernah berhenti.
M. Fathul Alim menjelaskan bahwa persiapan untuk olimpiade ini membutuhkan waktu dan dedikasi yang tidak sebentar. Ia secara rutin melakukan kajian mendalam terhadap berbagai literatur fiqih dari berbagai mazhab, berdiskusi dengan dosen pembimbing, serta belajar bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya.
“Kunci keberhasilan saya adalah konsistensi dalam belajar dan tidak pernah meremehkan detail-detail kecil dalam ilmu fiqih.”
Bagi M. Fathul Alim, ilmu fiqih bukan sekadar materi yang dipelajari untuk kompetisi, melainkan sebuah bekal hidup yang sangat berharga. Ia berharap kemenangan ini dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk mencintai dan mendalami ilmu-ilmu keislaman.
“Ilmu fiqih adalah ilmu yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari kita. Dengan mempelajarinya secara mendalam, kita bukan hanya menjadi lebih baik dalam kompetisi, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan. Kepada seluruh teman-teman, saya mengajak untuk terus semangat dalam menuntut ilmu, karena ilmu adalah cahaya yang tidak akan pernah padam. Jangan takut untuk bermimpi besar, karena Allah selalu bersama orang-orang yang bersungguh-sungguh.”
Keberhasilan Abdulloh Wafi dan M. Fathul Alim merupakan bagian dari rangkaian prestasi panjang yang telah ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UNUGIRI dalam berbagai bidang. Program studi ini terus berkomitmen untuk mendorong mahasiswanya agar aktif berkompetisi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata, baik di lingkungan kampus maupun di tingkat nasional.
Dengan visi mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga memiliki karakter islami yang kuat, Program Studi Hukum Keluarga Islam UNUGIRI terus mengembangkan berbagai program pendampingan mahasiswa berprestasi. Mulai dari bimbingan akademik intensif, fasilitas pengembangan minat dan bakat, hingga dukungan penuh terhadap keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai kompetisi bergengsi di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi yang diraih oleh Abdulloh Wafi di bidang seni islami dan M. Fathul Alim di bidang akademik keislaman semakin mempertegas bahwa mahasiswa Hukum Keluarga Islam UNUGIRI adalah generasi yang lengkap serta unggul dalam ilmu, kuat dalam iman, dan berdaya saing di berbagai arena kehidupan. Hal ini sejalan dengan semangat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro dalam membentuk ulul albab, yakni insan yang memadukan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara harmonis.
Diharapkan, capaian membanggakan ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademika Program Studi Hukum Keluarga Islam UNUGIRI untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di berbagai pentas kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat yang terus membara dan dukungan penuh dari seluruh ekosistem kampus, tidak diragukan lagi bahwa akan semakin banyak mahasiswa Hukum Keluarga Islam UNUGIRI yang menorehkan tinta emas prestasi di masa-masa mendatang.
Penulis : Ananda Shelya


