HMP HKI UNUGIRI Selenggarakan Workshop Legal Drafting untuk Meningkatkan Kompetensi Penyusunan Dokumen Hukum, Dirangkai dengan Dies Natalis HMP HKI

hki.unugiri.ac.id, Bojonegoro – Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HMP HKI) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Workshop Legal Drafting bertajuk “Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Penyusunan Dokumen Hukum yang Profesional”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu [15/07/2026] di Auditorium Fakultas Syariah dan Adab UNUGIRI Bojonegoro ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman sekaligus mengasah keterampilan praktis dalam menyusun dokumen hukum, khususnya di lingkungan Peradilan Agama.

Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui pembacaan Shalawat Kubro yang mengiringi suasana auditorium menjadi lebih tenang dan bermakna. Semangat kebangsaan turut mewarnai pembukaan lewat lantunan lagu Indonesia Raya, sebelum akhirnya seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Mars Subhanul Wathan sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan secara resmi.

Memasuki sesi sambutan, Ketua Pelaksana, Elena Dementiva, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya workshop tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan dan keterampilan, mengingat kemampuan menyusun dokumen hukum merupakan bekal penting bagi mahasiswa yang nantinya akan berkecimpung di dunia profesional. Menurutnya, keseriusan peserta dalam mengikuti setiap materi akan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas kompetensi di bidang legal drafting.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua HMP HKI, Alfin Naufal Latief, yang menekankan bahwa legal drafting merupakan salah satu kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa hukum, termasuk mahasiswa Hukum Keluarga Islam. Tidak hanya memahami konsep dan teori hukum, mahasiswa juga dituntut mampu menuangkan pemahaman tersebut ke dalam dokumen hukum yang sistematis, tepat, dan memiliki kekuatan yuridis. Ia berharap workshop seperti ini dapat terus diselenggarakan sebagai bagian dari program kerja HMP HKI yang berorientasi pada penguatan kompetensi mahasiswa sekaligus menjadi bekal sebelum memasuki dunia praktik hukum.

Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Ibu Burhanatut Dyana, S.Sy., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada HMP HKI yang secara konsisten menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa lulusan HKI tidak cukup hanya memahami teori-teori hukum Islam, tetapi juga harus mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam praktik profesional, salah satunya melalui kemampuan menyusun dokumen hukum yang baik dan benar. Menurutnya, kompetensi legal drafting menjadi salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan, baik ketika berkarier di lingkungan Peradilan Agama maupun di berbagai bidang profesi hukum lainnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Moch. Thohirin, S.H.I., M.H. yang mengulas pentingnya kemampuan legal drafting sebagai salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki mahasiswa hukum. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa legal drafting merupakan proses penyusunan dokumen hukum secara sistematis, jelas, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Khusus di lingkungan Peradilan Agama, penyusunan dokumen hukum harus mengacu pada dasar hukum yang berlaku, seperti Undang-Undang Peradilan Agama, Kompilasi Hukum Islam, serta ketentuan hukum acara, dengan tetap memperhatikan prinsip objektivitas, kejelasan bahasa, dan kekuatan argumentasi hukum.

Selain menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan dokumen hukum yang baik, pemateri juga memaparkan perbedaan antara gugatan dan permohonan beserta struktur penyusunannya, mulai dari identitas para pihak, dasar hukum, uraian fakta, hingga petitum. Peserta turut dibekali pemahaman mengenai teknik pembuktian, penyusunan kesimpulan, berbagai kesalahan yang sering ditemukan dalam legal drafting, serta tips menyusun dokumen hukum yang profesional agar memiliki kekuatan hukum dan mudah dipahami dalam proses persidangan.Selama penyampaian materi berlangsung, para peserta tampak mengikuti setiap pembahasan dengan penuh perhatian. Tidak sedikit mahasiswa yang mencatat poin-poin penting yang disampaikan narasumber, terutama terkait teknik penyusunan gugatan dan permohonan. Antusiasme tersebut semakin terlihat ketika sesi diskusi dibuka. Berbagai pertanyaan mengenai praktik penyusunan dokumen hukum di Peradilan Agama diajukan peserta dan mendapat penjelasan secara rinci dari pemateri, sehingga suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif.

Setelah sesi penyampaian materi dan diskusi berakhir, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Dies Natalis HMP HKI sebagai peringatan hari lahir organisasi. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan HMP HKI sekaligus mempererat solidaritas antaranggota dalam mengemban peran sebagai organisasi kemahasiswaan yang aktif dan progresif.

Penyelenggaraan Workshop Legal Drafting yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis HMP HKI menjadi wujud komitmen organisasi dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat kebersamaan antaranggota, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas akademik mahasiswa. Melalui kegiatan ini, HMP HKI berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan dunia hukum dengan bekal kemampuan legal drafting yang profesional, sehingga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara optimal di lingkungan Peradilan Agama maupun bidang hukum lainnya.

Penulis: Ananda Shelya Vania Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *