Unugiri Bojonegoro menyelenggarakan KKN– kegiatan KKN atau kuliah kerja nyata merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan kampus unugiri bojonegoro. Dalam agenda tahunan ini kegiatan kuliah kerja nyata dilakukan di dua kabupaten yaitu tuban dan bojonegoro. Untuk daerah tuban terbentuk dalam 13 kelompok dalam 7 kecamatan mulai dari tuban bagian barat jatirogo hingga tuban bagian timur plumpang. Selain itu untuk daerah bojonegoro terdapat 22 kecamatan dimulai dari bojonegoro bagian timur yaitu baureno hingga ngraho untuk bagian barat bojonegoro.11/1/2022
Suatu harapan besar bagi kampus terselenggaranya kegiatan KKN ini agar nanti mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat dapat menjalin komunikasi yang baik sehingga hal ini sesuai dengan tri daharma perguruan tinggi, karena mahasiswa tidak hanya di tuntut berkembang di bangku perkuliahan saja namun mampu berkembang, belajar dan kolaborasi secara nyata eksen di masyarakat dengan membantu, membentuk, mengisi dan mengembangkan posdaya pada masyarakat secara sistematis. Sehingga hal ini sesuai dengan tema kali ini yaitu “KKN Tematik Pencegahan Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi”
Untuk dapat mengikuti kegiatan KKN, terdapat beberapa sayarat yang harus terpenuhi salah satunya adalah telah mengikuti perkuliahan dan dinyatakan lulus dalam 120 Satuan Kredit smester (SKS). Namun apabila syarat tersebut tidak terpenuhi maka mahasiswa tersebut harus menyelesaikan perkuliahan hingga SKS nya mencukupi dan sesuai dengan aturan kampus yang telah ditetapkan.
Selain itu dalam kegiatan KKN tak kalah pebtingnya yaitu adanya kegiatan yang berkaitan dengan sosial dan keagamaan. Dalam kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan sosial dengan baik di masnyarakat, selain itu perlu adanya saling menghargai baik kepercayaan agama maupun tradisi yang ada di masyarakat tersebut sehingga antara mahasiswa dengan masyarakat dapat terjalin kerukunan namun apabila terdapat perihal yang tidak sesuai perlu adanya arif dan bijaksana dalam menyikapinya.
Dalam metode pelaksanaan kegiatan KKN ini di bagi menjadi dua, yaitu metode PAR dan metode ABCD sehingga tiap kelompok KKN bisa memilih salah satu atau bisa juga dapat mempertimbangkan setelah meninjau lapangan secara langsung atau desa yang akan di tempati KKN. 1) Metode PAR (Participatory Action Research) dalam metode ini yaitu pengembangan secara partisipasi atau dapat disimpulkan yaitu Problem base: permasalahan atau problem yang ada di desa tersebut. 2) metode ABCD merupakan pendekatan pengembangan masyarakat yang di dasarkan pada aset lokal/ Aset base: mampu meningkatkan dan memanfaatkan yang ada sehingga menjadi sebuah nilai yang berharga.
yang terakhir adalah perlu adanya stakeholder kepada pemerintah desa baik lurah, masyarakat hingga tokoh agama karena hal tersebut merupakan langkah manjalin suatu kerjasama, apabila dari kedua belah pihak bisa terjalin dengan baik maka proses untuk kedepannya akan berjalan baik pula. Seperti halnya dalam diskusi meningkatkan potensi yang ada di desa, namun apabila tidak ditemukan potensi yang dapat dikembangkan maka dapat memberikan masukan untuk meningkatkan dan pemulihan ekonomi masyarakat.Hkiyes